Memasak dengan Air Fryer, Apakah Lebih Sehat?

Memasak dengan Air Fryer, Apakah Lebih Sehat?

Air fryer merupakan alat masak yang menggunakan tenaga listrik. Alat ini bekerja dengan cara mensirkulasi hawa panas yang berasal dari aliran listrik ke seluruh ruangan supaya makanan masak secara merata.

Air fryer terasa jadi pilihan sesudah orang-orang memahami kelemahan penggorengan menggunakan teknik deep frying yang menyerap terlampau banyak minyak.

Belakangan, banyak orang terasa beralih ke makanan tanpa lemak, supaya perusahaan yang bergerak di industri makanan terasa melacak cara untuk memperkenalkan teknologi lain.

Memasak dengan menggoreng secara tradisional dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes style 2, sampai kanker. Lantas, bagaimana dengan pemanfaatan air fryer sendiri? Air Fryer Kirin

Dikutip dari medicalnewstoday.com, pertama, air fryer memotong kalori sebanyak 70-80 % dibandingkan dengan sistem penggorengan konvensional. Hal ini menurunkan risiko obesitas mengingat air fryer cuma perlu sesendok atau dua sendok minyak saja.

Kedua, cara memasak menggunakan air fryer sendiri menurunkan nyaris 90 % zat akrilamida dan komponen beresiko lainnya. Zat akrilamida adalah zat kimia yang terbentuk dari sistem penggorengan biasa. Padahal, akrilamida dan komponen beresiko lainnya dapat meningkatkan risiko kanker.

Air fryer dapat digunakan untuk memasak kentang, nugget, ayam, ikan, sayur, pizza, sampai donat. Di Indonesia sendiri, harga air fryer berkisar antara tiga sampai lima juta rupiah. Air fryer menggunakan listrik sebesar 1200-1500 watt.

Makanan yang dimasak menggunakan air fryer menambahkan hasil yang renyah. Warna dan kelembapan yang dihasilkan tidak jauh tidak sama dengan masakan yang menggunakan teknik penggorengan biasa. Hanya saja, tekstur masakan kemungkinan akan berbeda.

Meski air fryer terbukti jauh lebih baik untuk digunakan didalam beberapa faktor ketimbang penggorengan biasa, air fryer terhitung mempunyai kekurangannya sendiri.

Studi memperlihatkan bahwa ikan yang dimasak menggunakan alat ini, meningkatkan zat bernama cholesterol oxidation products (COPs) yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, pengerasan arteri, kanker, dan penyakit lainnya.

Zat yang timbul dari memasak ikan dapat diturunkan jumlahnya dengan menambahkan daun peterseli, kucai, atau campuran dari keduanya. Studi memperlihatkan bahwa rempah tersebut berfungsi sebagai antioksidan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *